Melengkapi rangkaian acara HUT Kota Blitar ke-106 tahun 2012 ini adalah panen raya yang dilakukan Walikota Blitar di lahan usaha tani Gapoktan Sido Mulyo Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Kegiatan ini merupakan kerja bareng seluruh anggota Gapoktan Sidomulyo dengan Dinas Pertanian dan Pt. Sang Hyang Seri sebagai penyedia benih padi hibrida Devgen / DG-1 yang hasilnya dilakukan panen raya ini.
Hadir dalam acara panen raya ini Walikota Blitar, Bapak Samanhudi Anwar, S.H., Dandim 0808, beberapa anggota DPRD Kota Blitar, kepala Dinas Pertanian dan SKPD terkait, Ketua TP-PKK dan Gapoktan se Kota Blitar serta perwakilan dari PT. Sang Hyang Seri.
Acara panen raya ini dilakukan yang merupakan rangkaian kegiatan Farm Fild Day (FFD) / Hari Temu Lapang Petani, diawali dengan upacara tradisional budaya lokal petik padi yang dipimpin dengan seorang tokoh adat, dilanjutkan dengan panen raya simbolis Walikota Blitar bersama beberapa pejabat, laporan Kepala Dinas Pertanian, sambutan Walikota Blitar, temu wicara dan pembacaan doa. Acara diakhiri dengan ramah tamah / makan siang bersama.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Daerah Kota Blitar Ir. Djatmiko Budisantosa menyampaikan bahwa tanaman padi yang dipanen ini berasal dari kegiatan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), yakni bantuan benih dari kegiatan Cadangan Benih Nasional (CBN) tahun 2011 berupa benih padi hibrida Devgen / DG-1 sebanyak 3 ton, yang dialokasikan ke 20 titik lokasi kelompok tani se Kota Blitar, dan guna mendukung kesuksesan budidayanya didampingi kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang dibiayai dari dana Dekonsentrasi. Dilaporkan pula bahwa dari beberapa lokasi penanaman DG-1 yang telah panen, produktifitasnya berkisar antara 10 – 15 ton / ha GKP. Hal ini menunjukkan bahwa padi hibrida akan dapat menghasilkan apabila dikelola dengan cara yang baik, dan menjawab keraguan yang selama ini terjadi bahwa padi hibrida sangat rawan terhadap serangan hama dan penyakit.
Walikota Blitar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah akan selalu mengupayakan fasilitasi terhadap segala kepentingan petani secara kelompok, bukan untuk kepentingan perorangan secara pribadi. Menghadapi adanya penurunan harga gabah setiap musim panen, .... [Baca Selengkapnya]






Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap hati-hati agar tidak terkena oleh racun yang dikeluarkan kumbang kecil yang sering disebut Tom Cat. Tom Cat ini mempunyai cairan yang mengandung toksin/racun Piderin untuk melindungi diri. Bila kita dihinggapi Tom Cat, tidak usah panik dan usahakan jangan ditepuk tetapi usirlah dengan cara meniup atau menghalaunya. Bila ternyata Tom Cat sudah terlanjur ditepuk, segeralah dicuci dengan air sabun agar dampak dari cairan yang mengandung racun tersebut dapat diminimalisir. Binatang sejenis kumbang ini sudah ada di sekitar kita sejak lama (bukan serangga baru) dan tidak mematikan.
